Selasa, 04 April 2017

The Things That I Learn From College

Image result for college girl



Haiiiiiii! OMG it soooooo good to be back. I'm so sorry that i had to take hiatus for few years, because man, college life is soooo hectic. Plus i just finished my bachelor thesis and my last exam (the oral exam). And i have to announce you that i just graduated from college. YAYYYYYY! I mean i havent do the celebration (graduation) yet, but technically i have graduated, you get what i mean?

So, after the long process, finally i could make it :"") So happy and relieved at the same time. So, for me college is the one of the important phase of my life, totally different with high school and more challenging. So I want to take a list, the things that i learned a lot from college. 

1. Never. Ever. Give. Up. When i knew I got accepted in IT, i cried so hard because IT was not my first choice major. Plus I really have no basic and have no idea about IT. I really had a rough start, i had a hard time to adjust with the lecture and the first semester was like a hell for me. I have to accustomed to the way of thinking logically and all the programming things that i really want to cry every time i did the homework. And then i realized, that i couldnt be that way. I really have to get up and said to myself that no matter what will happen, you're gonna be fine. And that works! I start to thinking that i have to do this and i have to survive all of these for your own sake! I lost count how many times i want to give up when i did my bachelor thesis, all the slepless and lots of crying nights because i was sooooo tired. Tired with project, revision, my lecturers, and all the pressure from friends and situation. But you have to know, at the end of the day, all of those gonna pass and you gonna be fine. So, if you're tired, take a rest but dont give up. You never know what will happen to the future.  So you gotta finished what you started!

2. Independent. Before I got college, i see myself as somebody that dependant to someone else. And i have to force myself to be independent woman, because college is totally different with high school. You can't keep relying on somebody else, you have to start to take care yourself. Starting from your schedule, your strategic, your dorm, your vision about your future. You have to start to plan out what will you do in college. I think the most different part of me after i got college is I can cook! hahaha And i able to get to know more about me, more listening the voice in my head, more understand when i have to decided something and when i have to ask someone else. And i think, the good side being in college is you have the opportunity to know more about your capability and weakness.

3. Brave. For me, college is a survival event. If you brave, you gonna finish what you started, so you keep running. But if you don't, you gonna back off and move. I think thats explain the whole point. 

4. It's Okay To Be Not Okay. I have lots of hard time in college. Starting from friends, homesick, and other college girl problems. And then i realized that you dont have to be the happy and perfect girl all the time. It's ok to be sad. It's ok to be not okay. it's ok to be bitch (ha!). Because those feeling show you that you're just ordinary girl. 

5. Be Positive. I think the most important part to tackle your difficulties and sadness is be positive. It feels so amazing, when you have a positive minds and the universe like always agree with you. 




Senin, 13 Juli 2015

Curahan Hati

Haaaaai. It has beeen a looooong time yaa, saya ga pernah nulis lagi di blog ini. 

Jadi, saya hari ini pengen cerita cerita gitu sekaligus ini jadi post curahan hati pertama saya setelah masuk kuliah. Jadi ya, menginjak semester 3 kemarin, saya memutuskan untuk pindah kos kosan karena ibu kos yang sering jagain kosan saya mau pindah rumah. Dan orang tua saya menganggap riskan sekali meninggalkan anak kosan tanpa ada ibu kos. Ditambah saya juga ga berani sih kalo ninggalin kosan waktu liburan tanpa ada penjaganya. Akhirnya dengan perpisahan isak tangis, saya pun pindah dari kosan lama. Saya gak bohong lho kalo bilang ada perpisahan dengan isak tangis huhu. Jadi, saya tuh deket banget sama pembantu ibu kosan. Nah pembantunya itu udah mbok mbok gituu, jadi sering buat saya tempat cerita, trus kalo ibu kosan pergi, yune (panggilan pembantunya) sering main di kamar saya. Yah pokoknya saya deket banget deh, sampe saya sering dikasih makan segala, ngerokin kalo lagi sakit, bikin teh segala. Pokoknya baik banget deh :" Saya sampe gak tega ngelihat nangis saat saya angkut angkut barang pindahan. Kaya saya udah dianggap anak sendiri huhu. Sedih kan jadiinyaaa....

Nah, kemudian di kosan baru sudah berbulan bulan saya pindah tuh, saya masiiih berasa kangeen banget sama yune itu. Di kosan baru sebenernya rame sih, cuman anak anaknya sibuk banget. Kalo belum maghrib, belum pada pulang :( Alamak. Jadi, saya sering menghabiskan siang dan sore saya nonton, istirahat, ngerjain tugas. Gitu gitu aja. Gada bisa yang diajakin jadi temen ngobrol. Kadang kalo malem ngerasa sepi di kosan, saya sering merenung betapa kangennya saya sama si yune itu. Udah kaya siapa ajaa, tiap malem dipikirin mwahaha. Tapi saya sih masih sering telepon, yune juga sering bilang kangeen banget sama sayaa huhuhu. Emang ya figur seperti Ibu di tempat rantau emang susah banget dicari. Ini sekalinya kenal dan deket, dia harus pindah hiks hiks hiks

Nah, semenjak saya tinggal di kosan baru jugaa saya sering sakit sakitan. Ga ngerti kenapa :(. Mungkin karena kegiatan yang saya ambil lebih banyak dibanding saya tinggal di kosan lama. Tapi di kosan baru, saya seriing banget nangis karena begitu banyak pikiran yang kadang kadang bikin punggung saya berat, saya stresss. Saya cuma bisa nangis dan mengadu ke Allah agar pikiran saya yang kadang kadang overanalysing ini berenti bikin kepala saya pusing. Mungkin kalo ada temen curhat seperti Yune, at least agak meringankan buat saya. Dan menyadari bahwa saya gak punya temen curhat lagi seperti dia makin makin bikin saya kangen. Duh, semoga bisa ketemu lagi ya yune :". Mungkin hal itu juga yang bikin saya sering sakit. Sakit pertama karena sakit kecapaian dan banyak pikiran, Sakit kedua, sedih gada yang bikinin teh kalo sakit, Sakit ketiga, nelangsa karena jauh dari orang tua. Kadang, kalo saya udah gak tahan dengan semua tekanan, solusi yang paling ampuh adalah saya harus pulang. At least, di rumah ketemu orang tua bikin setengah sakit saya agak ringan dan menjauh dari pressure yang kadang kadang bikin jengkel sendiri karena pengen istirahat. 

Tapi saya mencoba buat sabar dan bertahan, semoga apa yang didapat lebih baik dari sakit yang diberikan. Amiiin. 

Kamis, 01 Januari 2015

Me, College and 2014

Haii Hooooo. Finally i made a time to post some babbling here..

Udah lama banget ya rasanya, saya tidak meninggalkan jejak di blog ini. Saya lebih banyak menghabiskan dan membangun di blog buku saya. Itu pun kalo tugas dan project lagi selow.

2014. Tahun transisi saya dari anak SMA menjadi anak kuliahan. Rasanya lebih susah, lebih capek dari SMA. I never knew that college is this hard. Damn :( Di saat rawan susah tugas, dan stress kuliah mulu, yang kadang ga ngerti itu apa :/. Saya sering nangis karena homesick dan kangen teman teman. Apalagi masa masa SMA. You have no idea, how much i miss my high school moment. Yang gada teman muka dua, teman nusuk dari belakang. Everything was so harmonic and good. Rasanya beda banget waktu kuliah, dimana keberagaman sifat dan karakter lebih banyak dibanding SMA. Itu menambah susahnya jadi anak kuliah mwahahaha. 

2014 juga jadi tahun kedua saya merasakan sebuah kegagalan. Rasanya still can't believe that i have to go through that phase again. My heart felt pain everywhere. My brain couldn't think. I was just want to cry, cry, and cry. Dinamika 2014 memang hebat banget. Semuanya bercampur jadi satu. Galau, rindu, cinta, sayang, bingung, cemas, takut dan gelisah. Semua rasa itu punya moment tersendiri di 2014.

I (always) want to escape. Do you ever feel scared towards your future? Isn't it scary? But sometimes, you just can't keep runaway. You have to face it with stronger heart. ((nangis di bawah shower))

Selasa, 05 Agustus 2014

I just can't

Saya ternyata merasakan lagi apa yang saya rasakan 1 tahun lalu..

Sekarang yang saya tahu adalah life must go on..

Menangis rasanya hampa. Ga akan ada yang berubah walau kau menangis sederas samudera..



Selasa, 25 Februari 2014

Hiatus.


Sempat terfikir untuk menutup blog ini. Tapi eng melihat perjuangan 3 tahun belakangan ini, saya urungkan niat itu. Jujur, saya mengalami writer's block selama ini. Jadi maafkan saya kalo jarang update blog ini. Saat ini saya lebih banyak menghabiskan waktu waktu saya menjadi seorang reviewer di satu satunya blog buku saya (http://handifi-library.blogspot.com/) Kalo ada waktu, mampir ya ;))

Saya gatau akan berapa lama saya istirahat. Yang jelas, saat saya udah bisa menulis dengan mood yang maksimal. Dan tidak on-off. 


Salam Hangat,    

Selasa, 31 Desember 2013

New Year's Eve

  

So, counting down on 2014. Beberapa jam lagi  Wilayah Indonesia Bagian Barat akan memasuki tahun baru 2014. Yay! Are you guys excited? Well, kalo saya ditanya gitu. Engga juga sih. Dibanding tahun lalu, rumah terasa sepi *sigh* Biasanya setiap tahun rumah ruamee banget pada bakaran. tapi sepertinya tahun ini enggak hehehe.Tapi saya bersyukur bisa menghabiskan new year's eve bareng keluarga *grin*. Tahun lalu saya menghabiskan new year's eve sama temen temen SMA. huhu How much i miss them right now :""


So Have you guys prepared 2014's resolutions? Me? Nope. Tahun kmaren saya ingat memasang resolusi yang berhubungan masa depan. Seperti kuliah. Tapi ga kewujud -.- Dan saya masih ngerasa 'cant get over it' hehe Entahlah. Definitely I'm still broken-hearted. But we'll see. Tahun ini saya memutuskan untuk tidak menargetkan apapun. Mengikuti kata hati saja :D See you in 2014!!

Senin, 11 November 2013

Ternyata menjadi seorang perempuan tegar dan tahan banting itu sulit sekali..

Setegar apapun dia, di satu titik. Di ujung ketegarannya, dia akan menetaskan air mata..

:'(( 

Dan amat sangat tidak menyenangkan menjadi perempuang yang mudah rapuh,

yang hatinya cepat hancur sekali disentak oleh sesuatu..

Jumat, 01 November 2013

United We Spy (#Gallagher Girls 6) by Ally Carter



Judul : United We Spy
Penulis : Ally Carter
Penerbit : Disney-Hiperion
Jumlah Halaman : 296 Halaman
Tanggal terbit : 17 September 2012
Bahasa : Inggris
Ratings : 5/5

Cammie Morgan has lost her father and her memory, but in the heart-pounding conclusion to the best-selling Gallagher Girls series, she finds her greatest mission yet. Cammie and her friends finally know why the terrorist organization called the Circle of Cavan has been hunting her. Now the spy girls and Zach must track down the Circle’s elite members to stop them before they implement a master plan that will change Cammie—and her country—forever.

The Circle is closing again, and as the group runs against the time to try and stop Catherine Goode from killing off all the Inner Circle members, a bigger and darker truth starts to be uncovered. Who do you trust  when the Circle is everywhere? And most importantly, who do you save, and who do you hunt the Circle members, who are trying their hardest to instigate WW3, or Catherine who is on a psychopathic mission of cold, calculated deaths of Circle members.

Cammie, Bex, Liz, Zach and Macey in this book came together they were taking control of things, they weren’t sitting there waiting listening to what the adults were saying. They were kicking butt and taking everybody down. There was so much action and romance in this book. It has twists and turns and I just loved every single page of it. How could I not? This book was so fast paced. I loved it when we needed all this action to do with the circle and everything, yet we still had the moments of calmness and friendship.

I love Ally Carter and awesome her books are! Ally Carter is one of my all time favourite authors. She has a perfect way of writing action that doesn’t leave the reader wondering which character just got shot, ot shot someone. While I didn’t think the action was as fast and unexpected as the other book, United We spy’s climax was something I was never expecting. I enjoyed all the relationship dynamics in this book. There wasn’t much angst, which was a nice break from other book I read. Ally knew that the time for tension was over, and thank God for that. All the characters had developed a lot from the beginning of the series. They are beliavabIe and friendly and open, yet-suprisingly adult and mature and secretive. And i lovee the ending. It was a bittersweet ending, Lizzie made me cry :”)

United We Spy ended with me in tears.

This was the most heartfelt, sincere, coming of age section I have ever seen!!

Thanks, Ally Carter. You make a great book and series.

Who comes here?
We are the sisters of Gillian
Why do you come?
To learn her skills. Honor her sword. And keep her secrets.
To what end do you work?
To the cause of justice and light.
How long will you strive?
For all the days of our lives…

What is Gallagher Girl?

A Gallagher girl is whatever she wants to be and most of all, she is my sister

Rabu, 11 September 2013

Intel, Perkenalkan Teknologi Baru

Written by Mifda @ kompasiana

Seiring berjalannya waktu, manusia tak lagi terpisahkan dari teknologi. Perkembangan teknologi yang makin pesat menimbulkan persaingan antara perusahaan teknologi untuk menciptakan inovasi terbaru. Tiap perusahaan melakukan berbagai manufer untuk memperkenalkan produk terbarunya. Salah satunya promosi lewat sales yang mencari konsumen hingga ke rumah ataupun kamus. Salah satu cara yang digunakan untuk memperkenalkannya pada mahasiswa yaitu dengan cara Seminar, Bazar serta dapat juga dilakukan dengan Kuliah Umum.

Teknologi Informasi & Teknologi Intelijen Dalam Organisasi Intel Indonesia

Written by : Andrea Abdul @ kompasiana

Kemajuan yang sangat pesat dalam bidang teknologi, baik itu teknologi komunikasi, komputer, teknologi informasi serta teknik dan elektronika, sangat mempengaruhi sebuah sistem pada dunia intelijen yang kesemuanya itu bertujuan untuk mencapai keunggulan informasi intelijen serta keunggulan manajemen kegiatan intelijen, yang bertujuan untuk meningkatkan keunggulan daya gempur di dalam sebuah peperangan intelijen.

Hal ini membawa perubahan pada strategi, taktik dan teknik yang dijalankan karena kesadaran yang dalam akan peran dominasi teknologi pada sebuah postur institusi intelijen. Teknologi informasi dikombinasikan dengan teknologi perang memungkinkan untuk menciptakan jenis peperangan yang secara kualitatif berbeda sangat jauh, baik dari segi manajemen pertempuran, komando kendali , sistem peralatan, sistem dukungan logistik dan lain-lain, sehingga kehadiran sebuah wadah dari semua sistem di atas terus diteliti serta disempurnakan oleh setiap organisasi intelijen di dunia.

Penggunaan teknologi informasi yang intensif, mendorong terjadinya penyesuaian konsep atau doktrin dengan kemajuan teknologi yang melekat di jamannya. Inti dari sebuah manajemen stratejik kegiatan intelijen adalah terletak pada kemampuan sang manager kegiatan intelijen itu sendiri yaitu seorang komandan atau pimpinan. Proses manajemen yang dilakukan oleh Sang Pimpinan/Komandan adalah dinamakan Komando dan Kendali, dengan pengembangan yang signifikan maka ditambahkanlah variable komunikasi serta intelijen di dalam konsep komando dan kendali yang dinamakan Command Control Communication Intelligence atau C3I. Kata C3I merupakan susunan dari komponen pendukung yang terkandung di dalam setiap kata di dalamnya yaitu unsur kodal, pemanfaatan komunikasi bagi kepentingan kegiatan intelijen baik perang maupun non perang, dan masukan bahan keterangan (baket) penting dari variabel intelijen, yang menjadi kecenderungan seiring fungsi serta peran sistem C3I di dalam dunia kemiliteran dan intelijen.

Selasa, 20 Agustus 2013

Senin, 12 Agustus 2013

Kamis, 08 Agustus 2013

Happy Eid Mubarak, guys!!

Happy Eid Mubarak for those who celebrate. Wishing you happiness, glory, peace, and love. Taqobalallahu minna wa minkum. May Allah bless us. Please forgive my mistakes :)) Enjoy your day

Minggu, 04 Agustus 2013

Hex Hall #1 - Rachel Hawkins

 Hex Hall (Hex Hall, #1)
Judul : Hex Hall
Penulis : Rachel Hawkins
Penerbit : Ufuk Fiction
Tebal : 420 Halaman
Tahun Terbit : 2011
Rating : 3 stars out of 5




  
Three years ago, Sophie Mercer discovered that she was a witch. It's gotten her into a few scrapes. Her non-gifted mother has been as supportive as possible, consulting Sophie's estranged father--an elusive European warlock--only when necessary. But when Sophie attracts too much human attention for a prom-night spell gone horribly wrong, it's her dad who decides her punishment: exile to Hex Hall, an isolated reform school for wayward Prodigium, a.k.a. witches, faeries, and shapeshifters.
By the end of her first day among fellow freak-teens, Sophie has quite a scorecard: three powerful enemies who look like supermodels, a futile crush on a gorgeous warlock, a creepy tagalong ghost, and a new roommate who happens to be the most hated person and only vampire student on campus. Worse, Sophie soon learns that a mysterious predator has been attacking students, and her only friend is the number-one suspect.
As a series of blood-curdling mysteries starts to converge, Sophie prepares for the biggest threat of all: an ancient secret society determined to destroy all Prodigium, especially her.
(source : goodreads)


Hex Hall is a story about a witch, Sophie Mercer, who is sent to Hex Hall reform school as punishment to abusing her powers. There, she begins to understand who she really is and meets Jenna, who soon became her best friend despite everyone's objection. Hecate Hall is boarding school for the delinquent fay, shapeshifters, witches, and warlocks.

This book is not original, but it was surprisingly very different. I rather liked it. Sophie was witty, sarcastic, and pretty refreshing. Love her! The main character Sophie was very relatable and none of the characters really annoyed me. Hex Hall also had a few suprises up its sleeve in terms of the plot, which was a pleasant surprise. I loved the concept of a school for misbehaving shifters, faeries and witches to be sent to and felt that the world was magical and fresh. The situations she got herself into made me either laugh, gasp, or go through a minor freak-out. The other characters, like Jenna, Elodie, and Archer, kept things entertaining. Jenna was just as witty as Sophie, but a lot more angsty. Elodie came across as a bitchy know-it-all on the surface, but towards the end, you see a different side of Elodie. And lastly, Archer who was probably my favourite character, despite his deep secret that I am dying to know more about in the second book.

From beginning to end, i found it easy to go through. Yes, some parts felt rushed and undetailed. However, when i ignored it enjoyed the story much better. I can't say that it's the best but certainly it isn't the worst. And the cliffhanger would certainly leave you wanting more. As a whole, Hex Hall was fun to read that i really enjoyed and I can't wait to read the next book in the series.

Allahu Akbar, Allah Maha Besar

Rencana rencana Allah tidak pernah datang di waktu yang salah ^^

Jumat, 02 Agustus 2013


 Selamat datang, Agustus ^^



Rabu, 31 Juli 2013

Mengubah sebuah mimpi

Banyak orang yang harus mengubah mimpi mimpi mereka saat fase kehidupan selanjutnya. Iya, fase dimana mereka harus menuntut pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan saya tidak pernah menyangka, bahwa saya akan mengalami hal seperti diatas. Mengubah mimpi dan cita cita. Dulu saat saya SMP, saya ingiin sekali menjadi seorang diplomat. Berlanjut ke SMA, saya tetap memegang teguh cita cita tersebut (walaupun banyak opsi lain yang saya pikirkan. ex: akun, statistik, sastra) Namun berlanjut saya penjurusan, Ayah menginginkan saya untuk masuk IPA. "Biar lebih banyak punya kesempatan" Akhirnya yasudahlah sayapun menurut untuk mengambil IPA. Kemudian setelah 2 tahun saya jalani, memang betuul IPA lebih banyak punya kesempatan. Lebih banyak kesempatan untuk berjuang. Kesempatan berjuang di sekolah sekolah kedinasan. Saya pun tidak pernah menyesali bahwa saya masuk IPA. Ujian Nasional sudah selesai, saat itu sayaa mengalami diskusi yang cukup panjang dengan orang tua. Mengingat, kegagalan saya di Undangan saya pun harus jeli melihat peluang dan kemampuan saya. Akhirnya, saya memilih 2 prodi impian saya dan 1 prodi saran orang tua.

Saya begitu sadar bahwa belajar IPA+IPS dalam satu bulan benar benar bukan hal yang mudah. Namun saya berpedoman "Yang penting usaha dulu, masalah hasil diserahkan ke yang Atas." Pengumuman keluar, ternyata diterima di Teknik. Teknik Informatika. Saya kecewa. Tapi saya bersyukur. Saya masih punya kesempatan untuk berjuang untuk HI, walaupun hasilnya gagal. Saya tidak pernah menyesal dengan apa yang telah saya lakukan. Saya kemudian sadar, mungkin ini jalan Tuhan yang telah Dia rancang untuk saya. Meraih mimpi dengan jalan lain.

Pikiran saya melayang pada suatu malam, saat Ayah menanyakan "Mau lanjut kemana?" " Pengin ambil Hubungan Internasional." "Ooh. Gamau di Teknik?." " Ga. pkoknya gamau kuliah di teknik." Dan kulihat dari Mata Ayah setitik rasa kecewa dan hembusan napas. Dan saat ini saya tahu, bahwa Ridho Allah adalah Ridho Orang Tua juga. Dan saya berpikir, Inilah jawaban Tuhan untuk saya. Inilah jalan yang diberi oleh Tuhan. Saya bersyukur Tuhan mendengar doa doa saya, masih memberikan saya kesempatan untuk bangkit dan terus berjuang.

Selamat kepada teman teman yang sudah mendapat jurusan impian, semoga sukses. Selamat kepada teman teman yang belum mendapat jurusan impian, semoga ada secercah harapan yang menanti diujung sana.
Tetap semangat yang belum mendapat sekolah, Rencana rencana
Tuhan tidak pernah datang di waktu yang salah..

Selasa, 30 Juli 2013

Buka Bersama Pangkalan IX Dhe

Beberapa minggu yang lalu saya diajak oleh pricil pricil alumnus smp buat ngadain bukber. Waah saya semangat banget deh nyambutnya. It has been a looong time, Man. Ditambah dengan anggota bukber yang sekolahnya melalang buana se Indonesia (kalo yang ini beneran lebay),kapan lagi coba kita ketemuan sama temen temen yang jarang ketemu? Yah, walaupun gak semuanya bisa dateng seenggaknya, mengurangi rasa kangen dan rindu ini..

Jadi, tanggal 29 Juli 2013 jam 17.00 saya meluncurlah ke Sidoroso bersama sang bebeb, rizka. Disana sudah ada si avin dan dhea. Karena kiita masih mlongo baru cuman kita yang dateng *tonjok yang nyuruh berangkat jam lima* akhirnya ngobrol ngalor ngidul. Bahasan yang paling umum saat bukber : " Lanjutnya jadinya dimana? Ambil apa?" *sigh*


Inilah dia, Buka bersama Pangkalan Ojek IX Dhe
ki-ka : Rizka, me, sari, dhea, dita, avin

Hahahahaha. Mirip dimas beck kan? Iya kaaan. Perkenalan Artis Baru. Hanif Beck
 
 
 Uhuk... misii Charlie's Angels mau pose dulu
 



Dikarenakan kita bosan, kami memutuskan untuk berjalan jalan sedikit. Dan tujuan akhirnya adalah Pasar Malam -_- Sesampainya disana, saya memutuskan untuk menaiki Kora Kora. Uhuk, pengakuan sedikit saya belum pernah naik kora kora. Jadi malam itu adalah malam pertama saya menaiki kora kora *tarik napas*
Dan rasanya ternyataaa !@#%#^^@$#^*(&^%$#@$ Nyawanya kaya terbang ketinggalan di atas. Dan selama di kora kora itu, saya memegang lengan Tia. ihihihik. Dan ga bakal saya naik lagi. Cukup pertama dan terakhir :|
Tia dan Avin berpose di depan kora kora xD

Saat kora2 mau jalan, sempet sempetnya diajak foto -..-
 



Dan kemudian berlanjut dengan memasuki Rumah Hantu. Dan kesan saya, ealah ini rumah hantu? Aku kira rumah krangkeng -__- Abisnya hantunya dikrangkeng semua ihihih


Avin dan Dewa berpose di depan rumah hantu ^^
 
Cheees
 
Dan setelah itu, berakhirlah malam kita bersama #cieeeh. Yang jelas,saya menikmati malam itu. Terimakasih yaa sudah mengumpulkan kita kita dan buka bareng. Semoga masih bisa ketemu tahun tahun depan sampe 10 tahun kedepaaan Ihihih.
 
 




 

Sabtu, 27 Juli 2013

[Review] London : Angel - Windry Ramadhina


London: Angel


Judul : London : Angel
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 327 halaman
Tahun terbit : 2013
Rating : 3 stars out of 5






Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemukannya. Apakah perjalanannya ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
EDITOR

(Goodreads)


source from here
Bercerita tentang Gilang seorang editor buku sastra yang mengejar gadis impiannya -Ning- yang juga merupakan sahabat kecil Gilang. Perjalanan Gilang ke London pun tidak berjalan mulus. Di hari hari pertama berada di London, ia masih belum bisa bertemu Ning. Namun di sisi lain, setiap hujan turun dia bertemu dengan wanita cantik berambut cokelat keemas-emasan yang misterius. Ditambah dengan orang orang di Madge, yang mengisi hari harinya. Baru di malam ketiga, Ning muncul. Dan dimulailah perjalanan Gilang mengungkapkan rasa yang sudah ia pendam bertahun tahun. Baca kelanjutannya di London

Pertama membuka bab bab awal, saya terkesan. Latar dan karakter terasa begitu nyata. Jempol untuk risetnya. Dan kisah kisah sampingan yang porsinya hampir sama dengan kisah utama membuat saya terus membaca lembar demi lembar buku ini. Gaya ceritanya masih khas mbak Windry, enak dibaca dan pilihan pilihan katanya tepat.

Karena jumlah dialog yang tidak begitu banyak, membuat novel ini sedikit membosankan menurut saya. Saya malah lebih tertarik dengan kisah Madam Ellis dan Lowesley. Entahlah, karakter Ning disini too good to be true membuat saya mengalihkan perhatian. Endingnya unpredictable dan menggantung membuat saya bereaksi "Ko sama dia? Kenapa ga sama aku?" porsi Ayu-Gilang jauh lebih sedikit dibandingkan Gilang-Goldilocks. Padahal sebelumnya saya sempat berharap Gilang akan berakhir dengan Goldilocks.

Overall, saya suka London ini. Tapi jika dibandingkan dengan novel mba Windry yang lain, saya lebih memilih Montase. Tapi itu semua, tergantung pada selera para pembaca. Yang jelas, London ini bisa dijadikan pilihan bacaan saat hujan turun. Selamat berjalan jalan di London!!

Kamis, 25 Juli 2013

[Review] Bangkok : The Journal - Moemoe Rizal


 Bangkok: The Journal


 Judul : Bangkok : The Journal
Penulis : Moemoe Rizal
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 436 Halaman
Tahun Terbit : 2013
Rating : 4 stars out of 5






Pembaca tersayang,

Siapkan paspormu dan biarkan cerita bergulir. BANGKOK mengantar sepasang kakak dan adik pada teka-teki yang ditebar sang ibu di kota itu. Betapa perjalanan tidak hanya mempertemukan keduanya dengan hal-hal baru, tetapi juga jejak diri di masa lalu.

Di kota ini, Moemoe Rizal (penulis Jump dan Fly to The Sky) membawa Edvan dan adiknya bertemu dengan takdirnya masing-masing. Lewat kisah yang tersemat di sela-sela candi Budha Wat Mahathat, di antara perahu-perahu kayu yang mengapung di sekujur sungai Chao Phraya, juga di tengah dentuman musik serta cahaya neonyang menyala di Nana Plaza, Bangkok mengajak pembaca memaknai persaudaraan, persahabatan, dan cinta.

เที่ยวให้สนุก, tîeow hâi sà-nùk, selamat jalan,

EDITOR

(source : goodreads)




Edvan Wahyudi adalah seorang arsitek yang baru saja membangun salah satu gedung besar di Singapura. Selama 10 tahun, dia meninggalkan keluarganya untuk membuktikan bahwa dia bisa sukses tanpa keluarga.  Namun karena kematian sang Ibu, Edvan kembali ke tanah air. Dan akhirnya bertemu dengan anggota keluarga yang tersisa yaitu adiknya, Edvin (adik laki lakinya yang ternyata sudah 'berubah'.)Ternyata, ibunya meninggalkan warisan berupa 6 lembar jurnal yang tersebar di Bangkok, Thailand. Edvan akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Bangkok untuk mencari jurnal tersebut dan memenuhi wasiat sang Ibu. Dalam perjalan ke Bangkok, di pesawat dia bertemu dengan salah satu flight attendant Indonesia Airbus, Leila. Dari situlah, Leila kemudian mengenalkan temannya untuk menjadi guide Edvan selama berada di Bangkok. Gadis cantik yang merupakan mantan flight attendant Indonesia Airbus yang bernama Charm. Dan mulailah petualangan mereka di Bangkok. Pertemuan yang intens membuat Edvan menyadari bahwa dia menyukai Charm, sampai sampai dia melakukan hal hal kecil yang disukai Charm. Namun, ternyata Cinta Edvan bertepuk sebelah tangan ditambah lagi dengan masalah pekerjaan & jurnal jurnal ibunya yang semakin menghimpitnya. Penasaran apa yang akan dilakukan oleh Edvan? Baca kelanjutannya di Bangkok xD