Minggu, 22 Januari 2012

Review Orange by Windry Ramadhina




Oke, we are start the review. Awal saya tertarik beli buku ini karena membaca komentar komentar buku ini di goodreads yang saya pikir cukup menarik.

Faye. Diyan. Zaki. Rera. Cinta segiempat. Sedikit Complicated, Apalagi saat Rera kembali muncul di hubungan Faye-Diyan rasanya kalo bener2 ada orang seperti dia udah aku bejek bejek :p.
Entahlah, jika seandainya aku berada di posisi Rera. Tapi menurutku jika kita mencintai seseorang dengan tulus kita pasti bisa ngelepasin dia karena dia lebih bahagia bersama dia. Mencintai penuh dengan resiko. Saya rela ko melepas semua ketenaran untuk menikah dengan seorang Diyan Adnan *ga tanya*. Yang buat saya, ketenaran dan popularitas itu ga penting. Seperti halnya Faye yang berani mengambil resiko melepas fotografi yang sekian tahun digeluti dan digemarinya. Saya kagum pada tokoh Faye. Begitu kuat, tangguh. Pasti sakit rasanya di posisi dia. Itulah pendewasaan. Setiap pengorbanannya tak setimpal dengan apa yang ia dapatkan. Namun, cinta selalu berpihak pada orang baik, dia pun pantas mendapat kebahagian yang akhirnya ia dapatkan . I love FAYE :)

Diyan. Sejak awal membaca, saya jadi pendukung pertama untuk tokoh ini hehe. Dan saya sedikit emosi saat dia masih bertemu dengan Rera ( Karenapun saya memosisikan diri saya pada karakter Faye) Sikapnya menurut saya agak plinplan dan sedikit pengecut, terkadang membuat saya benar benar ingin membunuh Diyan ini :p Saya tahu, susah sekali rasanya melepas seseorang yang sudah bersama kita cukup lama. Tapi, kita hrus bisa move on kan?

Zaki. Saat awal membaca novel ini dan menemui karakter ini, rasa rasanya Zaki bukanlah karakter yang penurut dan sedikit pemberontak. Ternyata benar, ia lebih suka hidup berpisah dari orang tua dan tidak mau campur urusan dengan bisnis orangtuanya seperti halnya Diyan. Agak kurang simpati sebenernya, karena saya lebih suka karakter Diyan. Mungkin saya cenderung lebih menyukai tipe karakter yang penurut. Tapi saya yakin, seperti halnya Diyan Adnan, Zaki pun good looking :p

Rera. Awal membaca tokoh ini saya sudah bisa menebak dia akan menjadi benalu bagi hubungan Faye-Diyan dan tebakan saya BENAR !! Benci banget saya kalo ada karakter kaya begini. Penampilannya yang begitu perfect, membuat tambah kebencian saya terhadap karakter ini. Apalagi saat dia dengan gampangnya menghubungi Diyan saat acara pertunangan dengan Faye. Geram rasanya ! Doesn’t she think about faye? About her feeling? Dan kegeraman saya berlanjut saat ternyata Diyan kembali menemui Rera. Hmm -___-. Dan pada akhirnya, saya berkesimpulan bahwa dia memang orang yang bertipe ‘dingin’, tidak suka mencampuri urusan orang, tidak peduli, dan EGOIS ! Saya ga habis pikir, kalo benar2 ada orang seperti ini di muka bumi ini. Yang saya yakini sih pasti ada.

Membaca novel ini mengaduk emosi. Mulai dari gemes, marah, kecewa, dan pada akhirnya Happy Ending juga sih. Novel ini membuat saya ketagihan, tidak bisa berhenti. Jempol deh buat Windhy :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar