Kamis, 01 Maret 2012

[Review] Rain Over Me- Arini Putri




Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.
Namun, ketika dia hadir dalam hidup-mu di antara kita-aku pun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan padamu.
Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu-tapi..., bagaimana denganku?
Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu?

Baca sinopsisnya aja bikin galau to the max, ditambah dengan cover warna biru sendu dengan rintikan rintikan hujan. Awal bacanya, saya suka karakter Yuna yang lembut dan penuh perhatian. Yaaa kaya aku gitu deeh *wueek* dan saya sadar karakter Yuna disini mungkin terlalu perfect, tanpa cacat. Tidak hanya Yuna yang menurut saya ’perfect’ tapi juga Yoon Jeon-Seuk, lelaki ini menurut saya memiliki hati seperti malaikat. 1001 deeh cowok seperti ini

Novel ini mengisahkan cerita cinta segi empat antara Kim Hyu-bin (lk), Yuna (pr), Han Chae-rin (pr) dan Yoon Jeon-seuk (lk). Hyu-bin yang adalah pewaris tunggal dari jaringan Kim’s Restaurant di seluruh dunia jatuh cinta kepada seorang gadis periang keturunan Indonesia, Yuna. Cinta Hyu-bin tumbuh bersama alasan yang sederhana: karena bersama Yuna, Hyu-bin selalu merasa lebih ringan dan tenang. Sayangnya, cerita cinta Hyu-bin tidak berjalan sesederhana alasannya jatuh cinta. Kenyataan bahwa Yuna adalah adik tirinya memaksa Hyu-bin menyimpan perasaannya rapat-rapat. Lalu saat Yuna harus kembali ke Indonesia, Hyu-bin pun seakan kehilangan separuh jiwanya. Langit sore yang biasa ia nikmati bersama Yuna mendadak menjadi begitu kosong. Jiwa berandalan Hyu-bin yang sudah sempat mati karena kehadiran Yuna sontak kembali hidup setelah Yuna pergi. Berkelahi menjadi makanan pokok bagi Hyu-bin sampai akhirnya papanya terpaksa memaksa Hyu-bin bekerja di salah satu restoran miliknya dengan harapan putranya itu bisa sedikit lebih dewasa.

Han Chae-rin pertama kali bertemu dengan Kim Hyu-bin di restoran. Pertemuan pertama itu meninggalkan kesan buruk bagi Chae-rin. Keadaan itu diperparah oleh kenyataan bahwa Hyu-bin adalah seorang pria yang kaya. Merasa telah menggenggam alasan yang kuat, Chae-rin pun bersikap dingin kepada Hyu-bin. Namun anehnya, gadis itu justru berkali-kali mendapati Hyu-bin menolongnya. Perlahan-lahan Chae-rin menjadi ragu apakah alasan yang ia genggam sudah cukup kuat atau tidak. Lalu saat Chae-rin sibuk mencari tahu, bagian dari masa lalu Hyu-bin tiba-tiba kembali dan mengacaukan semuanya. Sejak itu, Chae-rin merasa kebahagian mulai meninggalkannya.

Yuna yang diminta oleh ayah tirinya untuk kembali ke Seoul setelah bertahun-tahun berlalu mendapati kakak tirinya, Hyu-bin ternyata tidak banyak berubah. Hyu-bin masihlah kakak yang menyenangkan dan dapat diandalkan. Yuna yakin dirinyalah alasan di balik sikap Hyu-bin yang membaik, namun saat ia mengenal Chae-rin, ia mulai meragu.

Di sudut lain, ada Yoon Jeon-seuk yang tidak lelah menunggu Han Chae-rin, berharap gadis itu bisa melihatnya suatu saat nanti. Ia mencintai Chae-rin dengan tulus dan tidak ada yang salah dengan itu. Satu-satunya kesalahan adalah Jeon-seuk memiliki kenyataan yang sangat dibenci oleh Chae-rin, kenyataan kalau Jeon-seuk adalah pria yang kaya. Saat Jeon-seuk mulai merasa lelah dan butuh tempat bercerita, di saat itulah ia menemukan adik kelasnya dulu, Yuna.

Nyeseek mbacanya. Saya kira Yuna akan bersama dengan Hyu-bin, namun takdir berkata lain *eciee* atau mungkin saya sudah terdoktrin oleh drama2 korea yang menceritakan cinta lokasi saudara tiri. Over All, buku ini lumayan lah buat ngisi waktu luang. Dan di novel ini masih banyak typo.

Happy Reading !


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar