Rabu, 13 Juni 2012

?

Entahlah. Aku harus bagaimana mendeskripsikan perasaan saya saat ini. Kesal, marah, kecewa, Seneng. Senengnya karena penderitaan tesku sudah berakhir. Marah Kecewa, karena begitu banyak anak yang menipu disana sini. Kenapa? Aku merasa keadilan itu begitu mahaal. When i've studied the whole night and woke up at 4 am to study again. I think and i feel its unfair. Tidak adil untuk semua orang. 


Disaat kalian hanya mengandalkan jawaban kertas muter untuk satu kelas, Disaat kami sedang mengorek orek ingatan belajar semalam. Aku merasa tidak signifikan. Sia sia. 


Dan setelah aku menangis meraung raung di depan Ayah dan Ibu. Hatiku berkecamuk begitu susah menerima sebuah kenyataan.Kenyataan yang pahit. Disaat kau berharap dengan persiapan dan optimisme yang cukup. Dan ternyata kau dihempaskan ke tanah yang paling dalam. Sakit. Sementara yang lain menari nari di atas penderitaanmu. Pahit rasanya


Sebuah perkataan Ayah menggugah benakku setelah kuceritakan apa yang terjadi "Serahkan saja pada yang diatas. Kita hanya bisa berikhtiar. Berdoa, pasrah, dan Tawaka;. Toh juga sudah berusaha semaksimal mungkin." 

Aku memang yakin, Tuhan tau segalanya, tau segala sesuatu yang sedang terjadi. Dan aku tidak mau mengingkarinya. Tapi rasa kecewa begitu tebal menyelimuti perasaanku saat ini. Aku hanya tidak mau mengecewakan Ayah dan Ibu. Walaupun kenyataanya aku memang sudah berusaha dan belajar sebisaku.

Ya Allah, aku percaya. Apapun yang Kau lakukan untukku. Adalah keputusan terbaik dan terindah untukku. Semoga hatiku bisa menerima apapun keputusanMu yang menjadi takdirku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar