Senin, 02 Juli 2012

[Review] Fly to the Sky- Nina Ardianti & Moemoe Rizal



Judul : Fly to the Sky
Penulis : Nina Ardianti & Moemoe Rizal
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman : 360 halaman
ISBN : 9797805557
Harga : -
Rating : 4/5 stars



Terbang bersama cintamu 
Bertemu denganmu tidak pernah ada dalam agendaku. Begitu pula mungkin denganmu, tak tebersit namaku dalam hari-harimu, dulu. Tetapi, siapa yang menyangka, ujung benang merah milikku ternyata tersangkut di kelingkingmu.

Saat pertama kali bertemumu, tak ada yang asing. Kau seperti
dikirimkan dari masa lalu, seperti seseorang yang memang seharusnya menghuni ruang hatiku. Namun, tak ada dari kita yang menyadarinya. Sampai aku bergerak menjauh, dan kau berbalik menghilang. Padahal, rinai tawamu kusimpan, dan selalu kujaga dengan rindu menderu. Diam-diam, aku membisikkan harap, kapan kita berjumpa lagi?

Bukankah sudah diikat-Nya ujung benang merahmu di kelingkingku? Jadi, aku percaya kau akan menemukanku. Menggenapkan rindu yang separuh.

Edyta adalah seorang gadis yang hanya bisa pasrah dengan kebiasaan teman-temannya menjodohkan. Hingga puncaknya suatu hari karena kesal, Edyta pergi begitu saja dari tempat perjanjian bertemu dengan date-nya. Dan menuju ke tempat makan favoritnya Candra Kirana. Disanalah dia bertemu pria itu. Tidak sengaja. Bahkan memalukan –“

Malam itu seharusnya jadi malam tenang untuk Ardian. Makan di tempat favoritnya. Candra Kirana. Tetapi sesampai disana dia malah menemukan seorang wanita yang cukup aneh.
Edyta dan Ardian sepertinya memang ditakdirkan untuk bersama-sama. Tidak ada kesan mendalam saat mata mereka saling bertemu, namun justru saat Ardian mulai mengobrol dengan Edyta, juga saat Ardian memperbaiki ban “pipi tembem” dari sana benih-benih cinta muncul.
Love at first sight mungkin udah biasa, tapi love at impression? Boleh juga ;) Saya suka karakter Ardian. I love him!! Dimana ya harus cari pilot ganteng seperti dia? Hehe :p

Gaya penulisannya cukup ringan, jujur, natural, mengalir, dan penuh teka teki berhasil membuat saya penasaran dan tidak sabar untuk membalik halaman demi halaman untuk segera mengetahui kisah selanjutnya. Saya gemes banget dan gregetan sendiri mendapati kesempatan bertemu yang selalu gagal :/

Kedua penulis ini berhasil menemukan chemistry satu sama lain. Mereka cukup sukses membawa saya menyelami karakter dua pribadi yang berbeda.

“ Kalau kamu engga bisa tertawa berulang ulang untuk hal yang sama, lalu mengapa kamu terus menangis berulang ulang untuk masalah yang sama?” – Bayu, ex-Edyta

“Sempurna adalah sylvester makan Tweety. Begitu Sylvester berhasil menyantap si burung kuning itu, maka semua selesai, dan usahanya itu berakhir sempurna. Saat semuanya berakhir sempurna, serial Tweety tamat. Betuul engga?” – Captain Alan

2 komentar:

  1. Aduh, makasih yah udah di-review. Senang banget ada yang suka :))))

    BalasHapus