Kamis, 25 Juli 2013

[Review] Bangkok : The Journal - Moemoe Rizal


 Bangkok: The Journal


 Judul : Bangkok : The Journal
Penulis : Moemoe Rizal
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 436 Halaman
Tahun Terbit : 2013
Rating : 4 stars out of 5






Pembaca tersayang,

Siapkan paspormu dan biarkan cerita bergulir. BANGKOK mengantar sepasang kakak dan adik pada teka-teki yang ditebar sang ibu di kota itu. Betapa perjalanan tidak hanya mempertemukan keduanya dengan hal-hal baru, tetapi juga jejak diri di masa lalu.

Di kota ini, Moemoe Rizal (penulis Jump dan Fly to The Sky) membawa Edvan dan adiknya bertemu dengan takdirnya masing-masing. Lewat kisah yang tersemat di sela-sela candi Budha Wat Mahathat, di antara perahu-perahu kayu yang mengapung di sekujur sungai Chao Phraya, juga di tengah dentuman musik serta cahaya neonyang menyala di Nana Plaza, Bangkok mengajak pembaca memaknai persaudaraan, persahabatan, dan cinta.

เที่ยวให้สนุก, tîeow hâi sà-nùk, selamat jalan,

EDITOR

(source : goodreads)




Edvan Wahyudi adalah seorang arsitek yang baru saja membangun salah satu gedung besar di Singapura. Selama 10 tahun, dia meninggalkan keluarganya untuk membuktikan bahwa dia bisa sukses tanpa keluarga.  Namun karena kematian sang Ibu, Edvan kembali ke tanah air. Dan akhirnya bertemu dengan anggota keluarga yang tersisa yaitu adiknya, Edvin (adik laki lakinya yang ternyata sudah 'berubah'.)Ternyata, ibunya meninggalkan warisan berupa 6 lembar jurnal yang tersebar di Bangkok, Thailand. Edvan akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Bangkok untuk mencari jurnal tersebut dan memenuhi wasiat sang Ibu. Dalam perjalan ke Bangkok, di pesawat dia bertemu dengan salah satu flight attendant Indonesia Airbus, Leila. Dari situlah, Leila kemudian mengenalkan temannya untuk menjadi guide Edvan selama berada di Bangkok. Gadis cantik yang merupakan mantan flight attendant Indonesia Airbus yang bernama Charm. Dan mulailah petualangan mereka di Bangkok. Pertemuan yang intens membuat Edvan menyadari bahwa dia menyukai Charm, sampai sampai dia melakukan hal hal kecil yang disukai Charm. Namun, ternyata Cinta Edvan bertepuk sebelah tangan ditambah lagi dengan masalah pekerjaan & jurnal jurnal ibunya yang semakin menghimpitnya. Penasaran apa yang akan dilakukan oleh Edvan? Baca kelanjutannya di Bangkok xD

Pertama kali saya memutuskan untuk membeli buku ini karena Ardian(tokoh di FTTS) . Iya, jangan salahin saya deh. Saya kangen sama dia -___- Dan membaca namanya di buku ini membuat kangen saya sedikiiiiit terobati. Padahal sih cuma namanya doang disebut, orangnya mah gada. Tapi gapapa deh hihihi
Membaca bab bab awal sempat membuat senyum senyum gajelas karena dialog dialog konyol antara Edvan dan Stevan. Dan baru bab awal saja, saya sudah sempat terperangah dengan 'kejutan kecil' di buku ini yang menyangkut Edvin. Woow .Saya menyukai semua karakternya, karakter karakternya memiliki keunikan sendiri. Walaupun, ada beberapa karakter yang porsinya tidak begitu banyak disini, seperti contohnya para pemegang jurnal Artika. Saya begitu menikmati kenangan kenangan yang bertaburan dalam jurnal jurnal yang ditemukan Edvan. Gaya ceritanya enak dibaca dan terasa begitu mendalam. Ide ceritanya baguus dan unpredictable. Konfliknya rumit namun penulis berhasil mengurai solusinya satu persatu. Setelah saya membaca buku ini, hal yang pertama saya rasakan adalah rasa syukur. Bersyukur masih punya kedua orang tua yang masih menemani saya saat ini dan bersyukur atas segala sesuatu yang Tuhan sudah berikan ke saya . Saya rasa, pesan pesan yang ada di buku ini cukup tersampaikan kepada para pembaca. Ada beberapa bab yang saat baca membuat mata saya berkaca kaca. *cari tisu*

 " Aku masih belum mengerti kenapa Khun harus mencintaku?"
 " Karena kalau aku adalah sebuah gedung, kamu adalah fondasiku yang membuatku tetap berdiri. Kamu terus men-support aku, memberi tahuku untuk tenang ketika ada gempa, memberitahuku untuk jangan panik saat banjir datang, kamu akan terus ada di sana menjagaku agar tetap berdiri tegak."


Ada beberapa hal yang mengganggu menurut saya pada buku ini adalah Bahasa Thailandnya dan footnote yang kadang terasa memusingkan. Dan juga font yang dipakai untuk jurnal Artika itu cukup lembut yang membuat saya harus sangat fokus membaca kata satu persatu.

Overall, Itu semua tergantung selera masing masing pembaca. Tapi menurut saya, saya cukup puas dengan novel ini. Dan buku ini sangat layak dibaca untuk pembaca yang menyukai romance dan travelling. Dan nikmatilah banyolan banyolan ringan khas Bang Moemoe. Selamat membaca!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar