Minggu, 29 April 2012

[Review] L- Kristy Nelwan





Buku ini bercerita tentang Ava Torino, perempuan muda, sukses dan cantik yang merupakan salah satu produser handal televisi swasta lokal di Bnadung. Ava Torino bukan lah seorang perempuan yang percaya dengan cinta karena itulah dia mumutuskan untuk berpetualang dan memacari pria-pria sesuai jumlah alfabet yang ada, obsesi gila yang sudah dia mulai sejak jaman kuliah dulu

Dengan kecantikan dan kelihaiannya maka dengan mudah dia pun melengkapi koleksi pacarnya sesuai jumlah alfabet. Dari A -Z hanya satu huruf saja yang membuat ia kesulitan dan pada akhirnya dia mulai memutar balik segala defenisi dan keyakinan dia soal cinta. Ya Ava Torino kesulitan bertemu dengan laki-laki yang memiliki nama awal huruf L.

Dari sinilah cerita mulai menarik, bagaimana Ava bertemu dengan Ludi dan Rei

L bisa jadi menjadi Last Love buat seorang Ava Torino. Apakah akhirnya Ava Torino yang maksimal berpacaran hanya 2 bulan saja bisa bertekuk lutut pada L? Apakah pada akhirnya seorang Ava Torino percaya pada CINTA?

Lalu, berhasilkan Ava Torino menemukan L yang akan menjadi Last Love-nya?


Well terus terang, Saya tertarik membaca novel ini karena ingin mengetahui petualangan seorang Ava Torino yang dengan mudahnya memenuhi obsesi untuk memacari laki-laki sesuai dengan huruf alfabet yang ada, walau tidak sesuai urutan alfabet seeh

Cerita mulai menarik saat penulis menggambarkan karakter Ava Torino tidak seperti perempuan kebanyakan yang percaya dengan cerita dari negeri dongeng yang bernama CINTA.

Ini kutipan dari Ava Torino bagaimana dia digambarkan sebagai sosok yang tidak percaya dengan CINTA :

"That's why I never believe in the things named love, G gak percaya cinta tanpa syarat itu ada, dan g yakin, g cukup pinter untuk gak ikut-ikutan sinetron dan ngalamin lagi yang namanya "jatuh cinta" Buang waktu!

Banyak sekali dialog menarik antara Ava Torino dan Mama-nya mengenai CINTA yang bisa kita jadikan pelajaran sebelum memutuskan untuk menjalankan sebuah pernikahan, seperti kalimat berikut :
"Memang cinta bukan segala-galanya dalam sebuah pernikahan, tapi cinta itulah fondasinya"

Oh ya, konflik mulai terjadi saat Ava Torino dihadapkan pada Ludi dan Rei, dua laki-laki yang membuat hidupnya lebih berwarna

Satu lagi dialog favorit Saya, antara Mama-nya Ava dan Ava saat membicarakan mengenai Cinta, sebagai berikut :

"Apa kamu mencintai dia?, Pernahkan ada momen dimana hanya menatapnya bisa membuat kamu merasa hatimu meledak, hanya mengingat matanya kamu bisa tersenyum, dan bahkan kadang merasa,seperti mendengar suaranya padahal dia gak ada di dekat kamu?

Dan ada juga bagian yang ga saya suka , saya kecewa sama tokoh Ludi disini, akhirnya kok gitu sih, seharusnya biarlah saja Ludi menjadi sosok yang 'idaman' :)

Happy Reading ! J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar